Type Baterai dan Jenisnya

Hambatan terbesar pada teknologi gadget adalah batere. Ya, selama 50 tahun terakhir teknologi batere belum berubah banyak. Bayangkan kenikmatan dan juga penghematan andaikata batere yang mendayai iPhone 3G, notebook dan PDAphone kita mampu bekerja lebih dari satu hari setelah diisi penuh satu kali saja.

Baterai adalah salah satu dari sumber energi dan sangat penting bagi penggunaan mobile Gadget. Produsen Gadget mengunakan berbagai macam jenis baterai yang berpengaruh terhadap harga, ukuran serta kemampuan gadget tersebut. Untuk jenis yang paling banyak digunakan saat ini, adalah baterai type Lithium dan type AA. Untuk type AA biasanya digunakan baterai Alkaline. Berbeda dengan baterai AA biasa, jenis Alkaline mempunyai kapasitas lebih besar yang pada gadget digunakan untuk LCD dan Flash.

Namun, penggunaan baterai Alkaline sebenarnya lebih disarankan untuk diganti dengan jenis NiMH yang mempunyai kapasitas lebih besar lagi dibanding Alkaline dan mempunyai kemampuan untuk di isi ulang. Sedangkan jenis baterai Lithium lebih menguntungkan dari segi berat dan ukuran, karena gadget yang menggunakan baterai type Lihtium biasanya didesign lebih compact dan lebih ringan dibanding gadget dengan baterai type AA.

Jika diperhatikan pada baterai Alkaline kemungkinan tidak terlihat berapa besar kapasitas yang tertulis pada baterai, sedangkan pada NiMH terlihat jelas berapa besar kapasitas yang dapat disimpan oleh baterai tersebut. Ketika baterai memberikan power kepada peralatan elektronik yang memerlukan energi yang besar seperti gadget digital, peralatan komputer, portable music player sebuah baterai Alkaline hanya akan memberikan sebagian dari kapasitasnya. Sedangkan pada baterai NiMH atau NiCd, baterai tersebut memberikan lebih banyak kapasitasnya dan besarnya mendekati kapasitas maksimum pada peralatan elektronik yang rakus energi. Itu berarti pada gadget digital, sebuah NiMH dengan kapasitas 1800 mAh dapat memberikan lebih banyak foto dibanding sebuah baterai Alkaline yang mempunyai kapasitas 2800 mAh.

Pada dasarnya semua batere bekerja dalam cara yang sama. Zat kimia yang ada di dalam batere menghasilkan elektron-elektron, yang berkumpul pada ujung negatif batere, dan mengubah energi kimia menjadi energi listrik.

Ketika kita memasang batere di dalam gadget, electron-elektron mengalir ke seluruh gadget dan kembali ke ujung positip batere, membuat sebuah siklus dan menyebabkan proses kimiawi yang menghasilkan energi, yang membuat gadget Anda bekerja.

Kata mAh merupakan satuan kapasitas baterai isi ulang. 500 mAh berarti bila baterai dibebani 125 mA (mili amper), ia dapat bertahan 4 jam. Atau 1 jam pada 500mA. Makin besar nilai mAh sebuah baterai berarti ia akan dapat dipakai lebih lama sebelum perlu di-charge ulang. Angka 1.2 V menyatakan besarnya voltase baterai. Pastikan voltase baterai ini sama dengan spesifikasi Gadget Anda Untuk battery baru, disarankan untuk melakukan proses charging (isi) dan discharging (membuang) setrum 2 sampai 5 kali hingga battery mencapai kapasitas maksimalnya. Cara melakukan discharging dengan menggunakan baterai tersebut sampai tidak bisa digunakan lagi di gadget. Pada alat charger tertentu, disediakan fasilitas untuk discharge baterai. Biasanya fasilitas yang disediakan pada alat ini cukup aman, karena proses pengosongan hanya terjadi sampai batas yang aman.

Lalu mengapa ada berbagai jenis batere? Campuran kimia di dalam batere-lah yang menyebabkan perbedaan tersebut. Berdasarkan campuran itu pula, batere diklasifikasikan. Nah, kenalilah tipe batere gadget Anda dan juga cara merawatnya agar dayanya awet.

1. Alkaline
Adalah jenis batere yang paling umum ditemukan. Batere yang harganya murah dan dayanya habis dalam sekali pakai ini bisa mendayai Game Boy Anda selama 20 menit (atau 2,5 menit pada Sega Nomad).

Kerapatan energi, jumlah daya yang dikandung batere Alkaline tidak buruk, tetapi pada gadget yang haus energi seperti MP3 player atau kamera digital, daya batere ini cepat terkuras habis. Namun untuk gadget yang tidak tinggi tuntutan dayanya, batere Alkaline bisa bertahan lama, bahkan bisa bertahun-tahun. Sayangnya batere ini tidak bisa diisi ulang.

2. Silver oxide atau batere silver-zinc
menyediakan cukup banyak daya dan tahan lama. Batere tipe ini dipakai dalam jam tangan dan juga mainan anak-anak, maupun di torpedo dan kapal selam, atau perangkat lain yang mementingkan kinerja, bukan harga. Kelemahannya, perak yang digunakannya mahal jika ukuran batere lebih besar daripada kancing yang dipakai pada gadget. Selain itu, di akhir masa pakainya batere ini seringkali bocor dan lelehan merkuri-nya berbahaya.

3. Batere Lead-acid
terdiri dari dua tipe besar: batere pemicu seperti yang ada di mobil Anda dan dirancang untuk lonjakan daya singkat; dan batere bersiklus panjang yang memberikan daya yang lebih rendah, lebih ajek dan digunakan di kapal, mobil golf, dan sebagai daya cadangan di berbagai gadget.

4. Batere Alkaline Isi Ulang (rechargeable):
Mirip batere Alkaline biasa, tetapi dibuat agar bisa diisi ulang – artinya membuat elektron-elektron dipompa masuk kembali ke dalam batere. Tidak sepeti batere Nickel metal hydride, batere ini tidak habis dayanya bila tidak dipakai, tetapi kapasitasnya berkurang setiap kali diisi ulang dan tidak setinggi batere Alkaline biasa.

5. Nickel Cadmium, alias NiCad,
Baterai ini merupakan jenis tertua, paling tahan banting, namun berat dan volumenya paling besar. Baterai jenis ini sudah tidak lagi banyak digunakan pada gadget karena dianggap tidak praktis. Baterai NiCad sangat rentan efek memori. Maksudnya, baterai hanya mengisi ke tingkat dimana baterai terakhir di-discharge, akibat proses akumulasi gas yang terperangkap dalam plat sel baterai. Jika baterai di-discharge hingga 30 persen dan di recharge, maka baterai hanya akan mengisi energi yang terpakai tadi (30 persen) yang dilanjutkan dengan penyusutan volume “gas” yang terperangkap. Cara terbaik untuk menghilangkan efek memori dan membuang sisa gas terperangkap adalah dengan melakukan “burping”, atau mengkondisikannya. Maksudnya, menghabiskan seluruh isi baterai pada gadget hingga benar-benar kamerea mati dan melakukan re-charging. Selain itu kendati tidak dipakai, batere akan kehabisan seluruh dayanya setelah sekitar 90 hari

6. Nickel metal hydride, alias NiMH,
menggantikan kadmium dalam NiCad dengan campuran yang membuatnya mampu menahan lebih banyak energi (40%) pada ruang yang sama dibandingkan NiCad. NiMH merupakan pengembangan dari NiCd, dibanding NiCd dengan volume sama, kapasitasnya jauh lebih besar. Namun, seperti halnya NiCd, NiMH juga rawan terhadap memory effect meski tidak sebesar NiCd. Beberapa produsen baterai bahkan menyatakan NiMH produknya bebas memory effect. Seperti Sanyo eneloop, daya yang ada perlahan-lahan akan habis walaupun batere tidak dipakai.Fenomena ini muncul saat baterai yang belum habis dipakai sudah di-charge ulang. Bila dilakukan berkali-kali baterai dapat kehilangan kapasitasnya dan hanya mampu menampung sedikit daya saja sebelum dengan cepat habis. Memory effect dapat dihilangkan dengan mengosongkan baterai sampai habis sebelum mengisi ulang.

Setiap 10-15 kali siklus isi ulang baterai NiMH, kosongkanlah baterai hingga habis sama sekali sebelum mengisi ulang. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan “bibit-bibit” memory effect yang mungkin timbul.

Jangan sekali-kali mengosongkan baterai dengan bola lampu dan kabel hingga lampu mati. Ini akan dapat merusak sel baterai yang paling lemah (reversal effect), dan pada gilirannya merusak semua sel. Sisakan setidaknya 1V per sel baterai, pantaulah terus-menerus karena voltase baterai akan turun dengan tiba-tiba. Bila Anda tidak memiliki alat untuk itu, lebih baik jangan lakukan. Mengosongkan dengan gadget adalah cara terbaik, karena ambang batas aman pasti tidak kelebihan.

Beberapa produsen baterai NiMH menyatakan bahwa baterainya bisa di recharge lebih dari 500 kali, namun bila baterai NiMH telah mencapai 400 kali siklus isi ulang, perlu dipersiapkan untuk penggantian baterai tersebut, karena walaupun masih bisa digunakan, biasanya kapasitasnya sudah menurun dan berarti masa pakai sebelum diisi ulang sudah berkurang.. Baterai Li-ion dapat rusak dengan mendadak jika rangkaian di dalamnya rusak.
Untuk membuang baterai yang sudah tidak digunakan, sebaiknya berhati-hati karena kandungan kadmiumnya bisa mencemari tanah

7. Lithium ion alias Li-ion
menjadi batere standar pada gadget masa kini. Dibandingkan batere dengan bahan nikel, Li-Ion lebih efisien energi dan tidak memiliki efek memori, tetapi juga lebih mahal harganya. Namun batere tipe ini tidak boleh dibuang sembarangan karena bisa meledak (walaupun hanya terjadi beberapa kali per satu juta batere). Dibandingkan NiMH, siklus isi ulang batere Li-ion lebih pendek setengahnya ( 1000 vs. 500 kali).

Ada kelemahan lain. Jika daya batere benar-benar habis dan voltase-nya turun di bawah ambang tertentu, kapasitas energi batere Li-ion akan menciut secara permanen. Karena itulah batere dirancang untuk mati jika dipasang setelah waktu tertentu. Biasanya, jika Anda punya gadget dengan batere bertipe isi ulang, tipe Li-Ion-lah yang dipakai. Jika tidak, mungkin baterenya berjenis Li-Poly.

8. Lithium ion poly atau lithium poly atau li-poly (Li-Po),
berasal dari lithium ion tetapi menggunakan elektrolit berbasis polimer gel. Karena itu namanya menjadi lithium ion poly. Batere tipe ini lebih bandel (tidak mudah meledak) dibandingkan Li-ion standar, lebih ringan dan bisa dibentuk sesuka hati. Anda akan semakin sering menjumpainya sebagai pengganti lithium-ion di laptop dan gadget lain. Kelemahannya, batere ini lebih cepat habis dibandingkan Li-ion biasa.

9. Lithium iron phosphate (Li-Fe)
merupakan perkembangan dari lithium ion yang menggantikan campuran oksida kobalt dalam li-ion. Tipe ini lebih kecil kemungkinannya meledak dan dapat melepaskan kapasitas dan terisi ulang sangat cepat. Namun sampai saat ini lithium iron phosphate masih mahal dan rumit pembuatannya. Mau tahu di mana batere ini ada? Antara lain di laptop OLPC XO dan mobil hibrida.

Self Discharge
Salah satu yang perlu diperhatikan pada penggunaan baterai charge NiCad dan NiMH adalah ‘self discharge’, yaitu berkurangnya kapasitas yang terdapat pada battery walaupun tidak digunakan. Jumlah/persentasi self discharge pada masing-masing baterai berbeda-beda, tapi bisa diperkirakan sekitar beberapa persen (1 sampai 3%) perhari dari kapasitas maksimumnya dan pada suhu 70 derajat Fahrenheit.

Penempatan baterai NiMH pada temperator yang lebih rendah akan sedikit membantu mengurangi efek self discharge. Ada yang menyebutkan apabila baterai NiMH dibekukan (dingin) dalam 1 bulan sisa kapasitas baterai masih ada 90% sejak terakhir di recharge. Tapi sebelum digunakan, baterai NiMH yang dibekukan tersebut harus dikembalikan dulu pada suhu ruangan yang normal. Jadi setelah kita men-charge baterai NiMH, sebaiknya disimpan pada suhu yang dingin untuk mengurangi efek self dischargenya.

Disarankan untuk me-recharge lagi baterai yang sudah disimpan dalam jangka waktu yang lama sebelum di gunakan. Berbeda dengan baterai Alkaline, jika baterai Alkaline disimpan pada suhu ruang normal, efek self discharge yang terjadi kurang dari 2% per tahun. Sehingga walaupun disimpan dalam jangka waktu yang lama, kapasitas baterai Alkaline nyaris tidak akan berkurang dari semula. Sebagai catatan, jika baterai Alkaline disimpan pada suhu 85 derajat Fahrenheit, efek self discharge hanya sekitar 5% pertahun, tapi pada 100 derajat Fahrenheit, efek self discharge baterai Alkalin sekitar 25% pertahun. Jadi apabila kita tinggal pada lokasi yang cuacanya sangat panas, disarankan untuk menyimpan baterai Alkalin pada ruang pendingin untuk menghindari efek selft discharge, walaupun persentasinya sangat kecil sekali dibandingkan efek self discharge pada baterai NiMH dalam kondisi suhu yang sama.

Baterai Lithium juga hampir sama dengan baterai Alkaline, efek self dischargenya sangat kecil dibandingkan dengan baterai NiMH, sehingga jika kita charge penuh dan disimpan pada suhu ruang normal pada waktu yang lama, kapasitanya juga tidak akan banyak berkurang. Tapi sampai saat ini untuk ketiga jenis baterai tersebut (Alkaline, NiMH, dan Lithium) baterai NiMH harganya memang lebih murah dibanding yang lainnya. Jadi dipertimbangkan saja menggunakan baterai jenis yang mana dan disesuaikan dengan peralatan yang akan digunakan.

Charging Time
Ada berbagai macam jenis alat charger yang digunakan untuk mengisi ulang baterai NiMH atau NiCd yang kapasitasnya habis. Alat-alat tersebut mempunyai berbagai macam sensor untuk membatasi kelebihan kapasitas (overcharge) yang dapat mengakibatkan sel baterai tersebut rusak dan kemampuan penyimpanannya berkurang. Sensor dalam bentuk timer, biasanya ini sudah disesuaikan satu paket dengan jenis baterainya, sehingga dari awal charging sampai waktu tertentu, alat charger ini dapat menghentikan pengisian sehingga menghindari overcharge. Ada juga dalam bentuk microprocessor yang biasanya disebut oleh produsen sebagai smart rapid charger, yaitu dapat menghitung dengan tepat berapa sisa kapasitas baterai sebelum alat tersebut berhenti men-charge baterai. Kadang alat ini juga dilengkapi dengan detektor suhu baterai yang berfungsi juga untuk membantu mengendalikan charging baterai. Trickle charge, adalah kemampuan alat charger untuk memberikan ampere secara sedikit-sedikit ke baterai NiMH akibat dari efek self discharge (keterangan tentang self discharger diatas). Kemampuan ini berguna untuk menjaga agar baterai selalu dalam kondisi penuh dan siap pakai, walaupun dibiarkan dalam jangka waktu yang lama di alat charger.

Terdapat juga alat charge yang manual, untuk alat ini sebenarnya hampir sama dengan alat charge yang menggunakan sensor, tapi bedanya perlu diperhitungkan dengan tepat sehingga tidak terjadi overcharge, karena alat ini akan men-charge terus selama belum dimatikan, jadi tidak ada indikator baterai sudah penuh. Namun apabila charging timenya tepat dan tidak melebihi hitungan maksimum, maka penggunaan alat ini cukup aman, tapi biasanya arus yang diberikan cukup kecil (untuk menghindari overcharge) sehingga diperlukan waktu lama agar baterai bisa terisi penuh.

Untuk charging Time pada masing-masing jenis alat charge sebenarnya mempunyai perhitungan dasar yang dapat dihitung dengan rumus ideal sebagai berikut :
mahB = Kapasitas Maksimum Baterai
mAhC = Bersarnya Amper perjam yang diberikan charger
th = Total Waktu dalam Jam
th = mAhB / mAhC
Jadi, jika baterai 1800 mAh dan Ampre Chargernya 100 mAh, berarti :
1800 / 100 = 18 jam

Waktu yang diperlukan untuk chargingnya pada kondisi ideal adalah 18 jam.
Penting !
Hindari untuk membawa baterai AA NiMH / NiCd dan disimpan pada kantong baju atau celana (atau dibawa dengan sembarangan), pada keadaan tertentu baterai tersebut dapat berhubungan singkat satu dengan yang lain dan itu dapat menyebabkan panas dan bahkan menyulut api didalam kantong. (Wib)

Sumber : http://wib1975.multiply.com/journal/item/1/Batteray

Iklan

Cara Kerja Touch Screen (Layar Sentuh)

Teknologi touch screen atau layar sentuh kini dapat dengan mudah kita jumpai berkat harganya yang sudah lebih murah dibanding beberapa tahun lalu. Meskipun banyak orang yang menggunakannya, tidak banyak dari mereka yang mengetahui cara kerja touch screen ini. Ada 3 teknologi dasar yang digunakan dalam suatu perangkat layar sentuh, yaitu resistif, kapasitif dan gelombang akustik permukaan. Berikut BerbagaiHal jabarkan satu per satu.

Layar Sentuh

1. Resistif

Teknologi ini adalah teknologi layar sentuh yang paling dasar dan paling umum digunakan, yang sering kita jumpai pada ATM dan beberapa handphone touchscreen yang disertai stylus. Layar resistif terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan konduktif dan lapisan resistif seperti yang dapat anda lihat pada gambar di bawah. Salah satu lapisan tipis berwarna kuning adalah lapisan resistif sedangkan satunya lagi adalah lapisan konduktif. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh titik-titik kecil yang disebut spacer untuk menjaga agar kedua lapisan ini tetap terpisah sampai anda menyentuhnya.

Layar Sentuh Resistif

Ketika anda menyentuhnya, maka kedua lapisan tersebut akan saling bertemu satu sama lain. Arus listrik berjalan di antara kedua lapisan ini setiap saat, tapi ketika jari anda menyentuh layar, kedua lapisan yang bertemu ini akan menciptakan perubahan arus listrik. Software khusus kemudian mendeteksi koordinat perubahan arus pada layar dan melaksanakan fungsi yang sesuai dengan koordinat tersebut.

Layar sentuh resistif bersifat tahan lama dan konsisten, tapi lebih sulit untuk dibaca. Teknologi ini juga hanya dapat menangani satu sentuhan pada satu waktu dan tidak dapat melakukan fungsi yang lebih rumit, seperti misalnya, zoom dengan dua jari pada iPhone. Itulah sebabnya perangkat high-end menggunakan teknologi layar sentuh kapasitif yang dapat mendeteksi apa pun yang dapat menghantarkan listrik.

2. Kapasitif

Layar kapasitif dibuat dari bahan-bahan seperti tembaga atau oksida timah indium yang dapat menyimpan muatan listrik dalam jaringan elektrostatik yang sangat kecil, yang masing-masing berukuran lebih kecil dari rambut manusia. Tidak seperti teknologi layar sentuh resistif, layar kapasitif tidak menggunakan tekanan untuk membuat perubahan dalam aliran listrik. Sebaliknya, teknologi ini bekerja dengan apa saja yang mengandung muatan listrik, termasuk kulit manusia, karena kulit manusia terdiri dari atom dengan muatan positif dan negatif.

Layar Sentuh Kapasitif

Ada dua jenis utama dari teknologi layar sentuh kapasitif ini, yaitu layar kapasitif permukaan dan layar kapasitif proyektif. Layar kapasitif permukaan menggunakan sensor di sudut-sudutnya dan sebuah film tipis yang disebarkan secara merata di seluruh permukaan (seperti yang digambarkan di atas). Sedangkan layar kapasitif proyektif menggunakan jaringan listrik yang membentuk baris dan kolom dengan chip terpisah sebagai sensornya.

Dalam kedua jenis layar ini, ketika jari menyentuh layar, muatan listrik kecil ditransfer ke jari dan jari pun menyelesaikan sebuah sirkuit listrik. Hal ini menciptakan penurunan tegangan yang dicatat oleh sensor pada sudut layar. Software kemudian memproses lokasi penurunan tegangan ini dan memberi perintah untuk aksi berikutnya. Inilah sebabnya mengapa layar kapasitif tidak bekerja ketika anda memakai sarung tangan, karena kain tidak menghantarkan listrik, kecuali jika dilengkapi dengan benang konduktif. Jika anda masih bingung, silahkan simak ilustrasinya di sini.

Salah satu kelebihan layar kapasitif dibanding layar resistif adalah bahwa layar kapasitif mengirimkan hampir 90 persen cahaya dari monitor, sedangkan layar resistif hanya menyalurkan sekitar 75 persen. Hal ini membuat layar kapasitif tampilan layar yang lebih tajam dan lebih jelas daripada layar resistif.

3. Gelombang Akustik Permukaan

Teknologi layar sentuh jenis ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi sentuhan di permukaan layarnya. Pada layar sentuh dengan teknologi gelombang akustik permukaan, terdapat dua transduser (satu penerima dan satu pengirim) ditempatkan di sepanjang sumbu x dan y suatu layar. Selain itu, ditempatkan juga kaca yang bersifat reflektor, sehingga gelombang ultrasonil yang dikirimkan tranduser tetap berada di dalam layar.

Layar Sentuh Gelombang Akustik Permukaan

Transduser penerima dapat mengetahui jika gelombang telah terganggu oleh sentuhan pada saat tertentu, dan bisa mendeteksi lokasi sentuhan. Selanjutnya informasi sentuhan tadi dikirimkan ke software yang mengatur perintah lebih lanjut.

Layar sentuh jenis ini tidak memiliki lapisan logam pada layarnya, sehingga mengirimkan 100 persen cahaya dari monitor yang membuatnya dapat menampilkan gambar yang sempurna. Hal ini membuat teknologi ini menjadi pilihan terbaik untuk menampilkan grafis yang detail. Selain itu, dibandingkan layar kapasitif yang harus memiliki input konduktif, untuk mendeteksi sentuhan. Layar sentuh gelombang akustik dapat mendeteksi hampir setiap objek apapun, kecuali benda keras dan kecil seperti ujung pena.

4. Teknologi Selanjutnya?

Teknologi layar sentuh yang lebih mutakhir sekarang sedang dalam proses pengembangan, namun teknologi layar sentuh kapasitif masih tetap menjadi standar industri untuk saat ini. Tantangan terbesar pada teknologi layar sentuh adalah untuk membuat ukuran layar yang lebih besar, karena bidang listrik dari layar yang lebih besar seringkali mengganggu kemampuan sensornya.

Frustrated Total Internal Reflection (FTRI) Touch Screen

Insinyur software dari Perceptive Pixel, kini sedang mendesain multi touch screen, yang menggunakan teknologi yang disebut Frustrated Total Internal Reflection (FTRI) untuk membuat layar sentuh dengan ukuran yang lebih besar, yang mencapai 82 inci. Ketika anda menyentuh layar FTRI, anda menghamburkan cahaya, selanjutnya beberapa kamera di belakang layar mendeteksi cahaya ini sebagai perubahan optik, seperti layar sentuh kapasitif mendeteksi perubahan arus listrik.

sumber :

http://www.berbagaihal.com/2012/09/cara-kerja-touch-screen-layar-sentuh.html

Referensi:

How Do Touch Screen Monitors Know Where You’re Touching?

How Do Touch Screens Actually Work?

Laptop? Notebook? Netbook ?

Bagi sebagian orang perbedaan istilah laptop, notebook, dan netbook mungkin bukanlah hal yang besar. Tapi jangan salah, masih banyak lho teman-teman kita yang masih suka bingung membedakan apa itu Laptop, Notebook, dan Netbook. Nah, melalui artikel ini kita akan membahas seputar perbedaan dari istilah tersebut, yang sebetulnya sama saja merujuk kepada komputer jinjing yang saat ini semakin nge-trend.

Ya, istilah laptop atau notebook sendiri memang seringkali digunakan bergantian untuk mengacu pada setiap komputer mobile. Seringnya istilah itu digunakan, hingga kekeliruan antara tiga istilah itu menjadi lumrah di kalangan kita saat ini. Nah, biar tak salah kaprah lagi, mari simak penjelasan ketiga perbedaan istilah teknologi tersebut.

  1. Laptop itu sendiri adalah sebutan umum untuk Notebook dan Netbook. Jadi Laptop itu bisa diartikan sebagai netbook maupun notebook. Asal katanya tetap sama yaitu merujuk pada komputer yang digunakan di pangkuan (lap).
  2. Dari segi ukuran, Netbook biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil daripada Notebook. Netbook biasanya memiliki ukuran 7-12 inci, meskipun saat ini ada Netbook yang ukurannya mencapai 14 inci, tapi biasanya tak lagi pantas disebut Netbook. Nah, sedangkan Notebook sendiri ukurannya lebih besar, biasanya mulai dari 12 inci ke atas.
  3. Dari segi performa, Netbook biasanya didesain untuk melakukan kinerja ringan seperti mengolah data Word, spreadsheet (Excel), slide (Powerpoint), internetan, memainkan permainan ringan, dan sebagainya. Sedangkan Notebook, mampu menawarkan performa yang lebih berat, misalnya memiliki kecepatan pengolahan data yang cepat serta memiliki kemampuan multimedia yang handal. Jika Anda hobi mengedit gambar/video, bermain game-game 3D yang berat, Notebook lebih cocok ketimbang netbook.
  4. Dari segi harga, Netbook biasanya dibanderol dengan harga yang relatif murah, sekitar 2 jutaan. Sedang Notebook harganya paling tidak ada di kisaran 4 jutaan dengan spesifikasi diatas standar.
  5. Sementara jika dilihat dari pengguna, Notebook lebih cocok digunakan oleh Anda yang bekerja “maksimal”, misalnya untuk proses editing, atau desain kreatif lainnya. Sementara Netbook lebih cocok untuk Anda yang kegiatannya lebih banyak mengolah data ringan sampai sedang, menjelajah internet, dan menonton video.

sumber :

http://www.teknoup.com/forum/topic/5072/memahami-perbedaan-laptop-notebook-dan-netbook/

Bagian Komputer dan Kegunaanya

Komputer baik laptop maupun desktop memiliki bagian-bagian penyusun yang membuat komputer baik desktop maupun laptop dapat berfungsi dengan optimal, meskipun demikian tidak sedikit kita mungkin yang belum mengerti bagian-bagian komputer dan fungsinya, berikut sedikit informasi singkat tentang komponen dan fungsi-fungsi bagian komputer beserta gambar komponen komputer yang mungkin dapat menambah wawasan tentang komputer kita.

Bagian pertama, Motherboard

Komponen induk dari sebuah komputer ini memegang peran yang sangat penting dalam stabilitas kinerja komputer, di bagian inilah seluruh komponen lainnya terpasang dan saling berkomnukasi antar bagian disini juga pengaturan seluruh kinerja komputer diatur, spesifikasi motherboard sangat berpengaruh terhadap ketahanan memproses sebuah komputer, terutama bagi gamers ataupun designer yang lebih mengutamakan akselerasi

Bagian Kedua, Processor

Komponen yang satu sering kali di ibarat dengan otak sebuah komputer, sesuai namanya processor adalah komponen yang bertugas memproses perintah dan logika yang diberikan oleh operator komputer, banyaknya jenis processor yang ada sebanding dengan software yang berkembang dipasaran kerena dituntut untuk dapat melakukan banyak perkerjaan salam satu waktu terkadang pemilihan processor yang kita gunakan harus tepat, karena jika sampai salah pilih akan berimbas pada lambatnya proses kerja sebuah komputer yang pasti berimbas langusng pada pekerjaan pengguna komputer

Bagian Ketiga, Memory atau RAM (Random Access Memory)

Bila saya ibaratkan processor adalah pompa air dan air adalah data yang di proses, maka memory atau ram ini adalah bak penampung sementara yang berfungsi menampung data yang telah terproses oleh processor sebelum di alirkan kebagian-bagian yang membutuhkan, banayknya pengembangan yang dilakukan pada bagian ini membuat kita lebih mudah dalam pemilihan ram yang cocok untuk pekerjaan kita, apalagi sekarang hampir semua merk menerapkan sistem garansi lifetime pada ram.

Bagian Keempat, Video Card (VGA)

Fungsi dari Video card adalah mengolah gambar sebelum ditampilkan ke monitor, banyaknya kebutuhan pengolahan gambar bagi gamers atau designer yang mengharuskan merogoh kantong yang agak dalam, beruntung sekarang bagi pengguna komputer kantor video grafis sudah terintegrasi dalam motherboard sehingga lebih menghemat pengeluaran.

Bagian Kelima, Hardisk

Fungsi hardisk sebagai media penyimpanan data pada komputer, kapasitas yang benar tentu saja berpengaruh terhadap jumlah data yang dapat kita simpan, ditambah lagi buffer yang besar akan membantu kecepatan transfer baik antar hardisk ataupun untuk proses suatu program. Fungsi lain dari hardisk untuk penyimapanan data yang bersifat mobile dengan sedikit penambahan casing pada hardisk laptop.

Bagian Keenam, Optical Disk Drive (ODD)

Fungsi utama untuk pembacaan pada media CD ataupun DVD, memang secara fungsi sekarang kurang diminati karena banyaknya media penyimpanan yang bersifat mobile dan berkapasitas lebih besar daripada CD, DVD ataupun Blueray yang dapat diakses langsung tanpa menggunakan CD atau pun DVD

Bagian Ketujuh, Monitor

Monitor berfungsi untuk menampilkan gambar dari video card, LCD mungkin lebih banyak daripada monitor tabung (CRT) selain kebutuhan listrik yang relatif ebih kecil dan hemat, kebutuhan ruang yang relatif kecilpun menjadi poin penting transisi dari CRT ke LCD, meskipun masyarkat banyak yang beralih ke LCD, beberapa profesi seperti design ataupun layout lebih bertahan di monitor CRT

Bagian Kedelapan, Mouse + Keyboard

Dua item diatas berfungsi sebagai input sebuah komputer, tidak banyak yang bisa saya gambarkan pada bagian ini, hanya kenyamanan tangan dan jari yang mungkin menjadi pion penting kita sebelum membeli bagian ini.

Bagian Kesembilan, Casing dan Power Supply

Casing dan power supply biasanya satu paket dalam komputer, yang berfungsi sebagai rumah komputer dan sebagai penyedia listrik yang yang akan dialirkan pada seluruh bagian komputer. macam-macam bentuk dan model casing yang ada sering kali dapat menipu analisa kita tentang komputer yang bagus atau bandel karena sudah sifat manusia lebih cenderung melihat dari sampulnya sebelum bertanya isinya.

Sedikit penjelasan di atas dapat membantu menambah pengetahuan kita tentang bagian penyusun komputer dan fungsi dari bagian-bagian tersebut, untuk permasalahan perangkat komputer lainnya silahkan baca artikel penyebab komputer sering hang dan solusinya

sumber : http://christinarwen.blogspot.com/2010/07/komponen-dan-fungsi-bagian-komputer.html

Sejarah Asal Mula BlueTooth ….

bluetooth.png

Nama “bluetooth” berasal dari nama raja di akhir abad sepuluh, Harald Blatand (Abad 10) yang di Inggris juga dijuluki Harald Bluetooth kemungkinan karena memang giginya berwarna gelap. Ia adalah raja Denmark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia. Bahkan wilayah Scania di Swedia, tempat teknologi bluetooth ini ditemukan juga termasuk daerah kekuasaannya.

Kemampuan raja Harald sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang yang bisa menghubungkan berbagai peralatan seperti komputer personal dan telepon genggam.

Sedangkan logo bluetooth berasal dari penyatuan dua huruf Jerman yang analog dengan huruf H dan B (singkatan dari Harald Bluetooth), yaitu (Hagall) dan (Blatand) yang kemudian digabungkan.

Sejarah

Bluetooth berawal teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter).

Bluetooth berupa card yang menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11 dengan jarak layanan yang terbatas dan kemampuan data transfer lebih rendah dari card untuk Wireless Local Area Network (WLAN).

Pembentukan Bluetooth dipromotori oleh 5 perusahaan besar, Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba yang membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) dan meluncurkan proyek ini.

Pada bulan Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan. Pada bulan Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru yaitu 3Com, Lucent Technologies, Microsoft dan Motorola.

Saat ini, lebih dari 1800 perusahaan di berbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth. Walaupun standar Bluetooth SIG saat ini ‘dimiliki’ oleh grup promotor tetapi ia diharapkan akan menjadi sebuah standar IEEE (802.15) Sistem Operasi Berupa radio transceiver, baseband link controller dan link manager.

sumber : http://gaijin.heck.in/sejarah-dan-asal-mula-nama-serta-logo-bl.xhtml